<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lambe Turah</title>
	<atom:link href="http://lambeturah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lambeturah.wordpress.com</link>
	<description>Diamputss!</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jul 2007 03:40:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lambeturah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lambe Turah</title>
		<link>http://lambeturah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lambeturah.wordpress.com/osd.xml" title="Lambe Turah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lambeturah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dosa pemimpin Pilihan!</title>
		<link>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/27/dosa-pemimpin-pilihan/</link>
		<comments>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/27/dosa-pemimpin-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 03:36:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lambeturah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ndoweh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/27/dosa-pemimpin-pilihan/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;HEBOH soal 26 persen golput temuan LSI&#8211;Lembaga Survei Indonesia&#8211;di Tulangbawang, seorang penanggap dalam dialog politik di kabupaten itu Selasa (24-7) menyatakan ia sudah menanya pada gurunya mengaji mengenai masalah itu!&#8221; ujar Umar. &#8220;Kata dia, hak untuk golput itu tak boleh diintervensi apalagi diintimidasi! Sebab, berdasar pada dalil-dalil ajaran yang telah didalami sang guru ngaji, ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambeturah.wordpress.com&amp;blog=1154826&amp;post=12&amp;subd=lambeturah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;HEBOH soal 26 persen golput temuan LSI&#8211;Lembaga Survei Indonesia&#8211;di Tulangbawang, seorang penanggap dalam dialog politik di kabupaten itu Selasa (24-7) menyatakan ia sudah menanya pada gurunya mengaji mengenai masalah itu!&#8221; ujar Umar. &#8220;Kata dia, hak untuk golput itu tak boleh diintervensi apalagi diintimidasi! Sebab, berdasar pada dalil-dalil ajaran yang telah didalami sang guru <em>ngaji</em>, ketika pemimpin yang dipilih itu berbuat dosa dalam kepemimpinannya, maka orang-orang yang memilih pemimpin itu ikut memikul dosanya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Lantas kalau suatu bangsa salah memilih pemimpin, apa seluruh bangsa itu harus ikut menanggung dosanya?&#8221; kejar Amir.</p>
<p>&#8220;Tentu tidak seluruh warga bangsa!&#8221; jawab Umar. &#8220;Menurut logika ajaran guru <em>ngaji</em> itu, cuma orang-orang yang memilihnya saat pemilu atau pilkada!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi kalau akibat kesalahan itu suatu kaum atau suatu bangsa dilaknat, tentu tak ada pengecualian antara yang memilih dan tak memilihnya! Semua menanggung deritanya!&#8221; tegas Amir.<span id="more-12"></span></p>
<p>&#8220;Sebab itu, ucapan penanggap dalam dialog politik itu pantas kita pertimbangkan!&#8221; timpal Umar. &#8220;Betapa selama ini kita sering bertanya apa salah dan dosa bangsa ini hingga selalu mendapat cobaan dan ujian yang tak ringan! Malah, multikrisis yang kita alami satu dasawarsa ini tak kunjung berakhir!&#8221;</p>
<p>&#8220;Multikrisis itu sendiri salah satunya memang akibat kesalahan pemimpin dalam mengambil kebijakan!&#8221; sambut Amir. &#8220;Tapi kala itu kita tak bisa memprotes sang pemimpin akibat sistemnya masih otoriter! Sebab itu, ketika setahun krisis dan timbul gerakan reformasi, prioritas yang dilakukan ialah menggelar demokratisasi, memulihkan kemerdekaan pers dan menghidupkan <em>civil society</em>, agar atas kecenderungan negatif&#8211;jika ada&#8211;pemimpin yang kita pilih, kita punya sarana mengoreksinya! Jadi, koreksi itu merupakan kewajiban kita atas pilihan yang telah kita buat sebelumnya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Berarti demokrasi juga punya <em>safety valve</em>, jalur pengaman, atas kenyataan tidak ada manusia&#8211;tanpa kecuali pemimpin&#8211;yang sempurna!&#8221; tegas Umar. &#8220;Namun, ajaran guru <em>ngaji</em> itu tetap perlu dipedomani agar jangan memilih pemimpin yang diperkirakan bakal kurang baik dan kemudian tak bisa dikontrol karena pada akhirnya meskipun kewajiban kita mengoreksi telah dijalankan, sang pemimpin tetap di jalan yang salah dan ketika datang &#8216;teguran&#8217; kita tak bisa mengelak dari derita yang diakibatkannya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Justru dengan itu golput bisa jadi kurang bijaksana, karena dengan hak pilih yang dimiliki seharusnya bisa mendukung calon yang terbaik atau kalau ada kekurangan siap dikoreksi sekaligus mau memperbaikinya, guna menghindarkan pihak yang kurang baik dan tak bakal bisa dikoreksi jangan sampai jadi pemenang!&#8221; timpal Amir. &#8220;Bayangkan kalau yang 26 persen golput itu ikut memilih yang terbaik, peluang memenangkannya lebih besar karena dalam pilkada, perolehan suara di atas 25 persen bisa ditetapkan sebagai pemenang! Setelah itu awas mata jaga telinga, kalau ada yang dilihat atau didengar kurang baik cepat dikoreksi agar lepas kewajiban yang melekat pada hak pilih kita!&#8221; ***</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lambeturah.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lambeturah.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambeturah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambeturah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambeturah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambeturah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambeturah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambeturah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambeturah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambeturah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambeturah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambeturah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambeturah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambeturah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambeturah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambeturah.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambeturah.wordpress.com&amp;blog=1154826&amp;post=12&amp;subd=lambeturah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/27/dosa-pemimpin-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f09f6322f596a0c903252d85d54777bb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lambeturah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suka menjelekkan teman!</title>
		<link>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/27/suka-menjelekkan-teman/</link>
		<comments>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/27/suka-menjelekkan-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 03:32:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lambeturah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diamputs!]]></category>
		<category><![CDATA[Ndeso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/27/suka-menjelekkan-teman/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;KAU kenal Umar Keriting?&#8221; tanya Edi. &#8220;Pada berkas lamaran kerjanya, alamatnya dekat rumahmu!&#8221; &#8220;Kenal, dia tetanggaku!&#8221; jawab Edo. &#8220;Pasti berkas lamarannya penuh ijazah kursus ini-itu! Kursus komputer, bahasa Inggris, dan entah apa lagi! Tapi dia itu tak bisa apa-apa! Maklumlah, ayahnya cuma buruh pabrik!&#8221; &#8220;Kau ini benar-benar prototipe orang Melayu dengan sifat buruknya yang umum, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambeturah.wordpress.com&amp;blog=1154826&amp;post=11&amp;subd=lambeturah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;KAU kenal Umar Keriting?&#8221; tanya Edi. &#8220;Pada berkas lamaran kerjanya, alamatnya dekat rumahmu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenal, dia tetanggaku!&#8221; jawab Edo. &#8220;Pasti berkas lamarannya penuh ijazah kursus ini-itu! Kursus komputer, bahasa Inggris, dan entah apa lagi! Tapi dia itu tak bisa apa-apa! Maklumlah, ayahnya cuma buruh pabrik!&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau ini benar-benar prototipe orang Melayu dengan sifat buruknya yang umum, seperti disesalkan Mahathir Mohamad!&#8221; entak Edi. &#8220;Ketika diminta referensi tentang teman, yang kau tonjolkan malah hal-hal buruknya! Kapan bangsa kita mau maju kalau begitu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku mengatakan faktanya, memang begitu!&#8221; jawab Edo. &#8220;Ayahnya buruh pabrik, banyak ijazah tapi belum ada bukti dia mampu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi semua itu faktor kelemahannya!&#8221; tegas Edi. &#8220;Itulah kelemahan orang Melayu di mata sang tokoh, kalau ada yang tanya tentang temannya yang ditonjolkan hal-hal buruknya saja! Padahal, suatu masyarakat yang lebih maju menunjukkan semangat kebersamaan dengan saling menonjolkan kelebihan warga kelompok sosialnya jadi syarat penting!&#8221;<span id="more-11"></span></p>
<p>&#8220;Lantas, aku harus bicara bagaimana ketika dimintai referensi tentang Umar Keriting itu?&#8221; kejar Edo.</p>
<p>&#8220;Kan bisa kau katakan dia itu memang orang susah, ayahnya buruh pabrik, tapi semangat belajarnya tinggi sekali!&#8221; jelas Edi. &#8220;Misalnya, meski orang tuanya tidak mampu membiayai dia kuliah, ia berusaha keras mengikuti tuntutan zaman dengan kursus-kursus, dari kursus komputer sampai kursus bahasa asing! Dengan rekomendasi seperti itu tentu aku akan berpikir positif tentang dia karena hanya faktor kesempatan saja yang belum dia dapatkan! Sedang dengan referensi sejelek yang kau berikan, bisa langsung mematahkan peluangnya! Begitulah kebiasaan umum di kalangan warga kita, patah-mematahkan, <em>poklek-memoklek</em> di antara sesama, alhasil jadi susah mencari peluang untuk mengubah nasib!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi rasanya aneh, bahkan lucu, kalau ada yang tanya tentang teman langsung dipuja-puji, disebutkan baik-baiknya!&#8221; timpal Edo.</p>
<p>&#8220;Terasa aneh untuk berbuat baik karena kita terbiasa bersikap buruk!&#8221; tegas Edi. &#8220;Padahal sikap baik dengan selalu memberi referensi baik terhadap teman itu penting, terutama dalam dunia usaha! Misalnya ada orang tanya tentang variasi mobil, kalau diberi referensi di tempat temannya baik, orang akan datang memasang variasi ke sana! Demikan pula teman lainnya mereferensi ke tempat usaha teman yang tadi, usaha sekelompok teman akan maju bersama!&#8221;</p>
<p>&#8220;Mungkin kebiasaan warga seperti itu terbawa kebiasaan elite politik kita, yang lebih sering menjelek-jelekkan sesama politikus!&#8221; tukas Edo. &#8220;Coba, pasti terasa aneh kalau politisi memuji-muji, menyebutkan kelebihan dan keunggulan saingan politiknya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Maka itu bangsa kita terpuruk berlarut-larut karena elite kita tak bisa melihat kelebihan dan keunggulan unsur-unsur dalam sesama komponen bangsa!&#8221; tegas Edi. Kalau begitu terus bangsa kita akan makin tenggelam karena bangsa-bangsa lain terus maju dengan saling mempromosikan keunggulan unsur-unsurnya, sedang kita malah saling menjatuhkan!&#8221; ***</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lambeturah.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lambeturah.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambeturah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambeturah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambeturah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambeturah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambeturah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambeturah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambeturah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambeturah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambeturah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambeturah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambeturah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambeturah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambeturah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambeturah.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambeturah.wordpress.com&amp;blog=1154826&amp;post=11&amp;subd=lambeturah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/27/suka-menjelekkan-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f09f6322f596a0c903252d85d54777bb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lambeturah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proyek tak jelas!</title>
		<link>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/proyek-tak-jelas/</link>
		<comments>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/proyek-tak-jelas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2007 06:32:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lambeturah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diamputs!]]></category>
		<category><![CDATA[Ndesit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/proyek-tak-jelas/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;KENAPA dalam terminologi modern aparat negara atau pejabat pemerintah dan pegawai negeri lazim disebut public servant&#8211;pelayan masyarakat?&#8221; tanya cucu. &#8220;Karena aparat itu tangan negara yang melaksanakan fungsi negara untuk melayani rakyat agar sejahtera, sekaligus sebagai bodyguard (pengawal) yang secara prinsip mengawal setiap rakyat dimana pun ia berada agar tak diganggu, dirugikan atau disakiti orang lain, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambeturah.wordpress.com&amp;blog=1154826&amp;post=9&amp;subd=lambeturah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;KENAPA dalam terminologi modern aparat negara atau pejabat pemerintah dan pegawai negeri lazim disebut <em>public servant</em>&#8211;pelayan masyarakat?&#8221; tanya cucu.</p>
<p>&#8220;Karena aparat itu tangan negara yang melaksanakan fungsi negara untuk melayani rakyat agar sejahtera, sekaligus sebagai <em>bodyguard</em> (pengawal) yang secara prinsip mengawal setiap rakyat dimana pun ia berada agar tak diganggu, dirugikan atau disakiti orang lain, baik asing maupun tetangga sendiri!&#8221; jelas kakek.</p>
<p>&#8220;Apakah hal serupa berlaku bagi aparat pemerintah daerah, provinsi serta kabupaten-kota?&#8221; kejar cucu.</p>
<p>&#8220;Tentu!&#8221; tegas kakek. &#8220;Makin dekat posisi struktural pemerintahan kepada rakyat, makin konkret pula pelaksanaan fungsi pelayanan negara itu mereka lakukan!&#8221;</p>
<p>&#8220;Lantas kenapa proyek-proyek Pemerintah Provinsi Lampung yang diajukan dalam RAPBD tidak jelas hingga banyak yang dicoret DPRD?&#8221; tanya cucu. &#8220;Malah menurut pengamat, banyak program yang dibuat tidak efisien, bukan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat?&#8221;<span id="more-9"></span></p>
<p>&#8220;Mungkin karena aparat atau pejabat kurang memahami fungsi dan perannya sebagai tangan pelaksana tugas negara sebagai pelayan bagi rakyatnya, sehingga menyusun proyek juga tidak sungguh-sunguh untuk melayani kepentingan rakyat, tapi lebih dipada-padakan untuk kepentingan dirinya semata!&#8221; jawab kakek. &#8220;Pejabat dan aparat negara yang sedemikian itu mirip tangan-tangan wayang kulit yang dimainkan dalang kurang mampu, sehingga tangan wayang yang seharusnya dimainkan menyabet ke depan, malah melayang ke belakang!&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau begitu ada dalang yang kurang pas memainkan wayang di balik tampilan RAPBD yang sedemikian?&#8221; kejar cucu.</p>
<p>&#8220;RAPBD itu paduan hasil kerja tim Pemda secara menyeluruh, disiapkan berdasarkan kebutuhan yang telah diinventarisasi sebelumnya!&#8221; tegas kakek. &#8220;Kalau hasil paduan itu ternyata tak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tak pelak lagi yang salah inventarisasinya, yang diinvetarisasi bukan kebutuhan masyarakat sesungguhnya, tapi kebutuhan aparat sendiri! Untuk itu, yang perlu diluruskan adalah sikap aparat dan para pejabat untuk mengembalikan fungsi dan peran mereka sebagai tangan negara melayani masyarakat, menjadikan dirinya benar-benar sebagai <em>public servant</em>.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi dengan tampilan mereka yang begitu terus tampak, julukan sebagai <em>public servant</em> itu sudah menjadi sekadar slogan kosong!&#8221; timpal cucu. &#8220;Dan slogan yang telanjur kosong mirip ember <em>bodol</em>, diisi cairan apa pun akan selalu amblas tak bersisa!&#8221;</p>
<p>&#8220;Jangan terlalu pesimistis!&#8221; tegas kakek. &#8220;Ember <em>bodol</em> itu justru bagus dibuat pot bunga pajangan karena kelebihan airnya bisa ditiriskan, akar tanaman tak busuk!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi ember seharusnya tetap berfungsi sebagai ember, tidak disfungsional dari eksistensinya itu!&#8221; tegas cucu. &#8220;Demikian pula pelayan masyarakat, tidak boleh disfungsional hingga tak lagi berfungsi melayani masyarakat!&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lambeturah.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lambeturah.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambeturah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambeturah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambeturah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambeturah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambeturah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambeturah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambeturah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambeturah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambeturah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambeturah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambeturah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambeturah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambeturah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambeturah.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambeturah.wordpress.com&amp;blog=1154826&amp;post=9&amp;subd=lambeturah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/proyek-tak-jelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f09f6322f596a0c903252d85d54777bb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lambeturah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berubah via &#8220;Bubrah&#8221;!</title>
		<link>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/berubah-via-bubrah/</link>
		<comments>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/berubah-via-bubrah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2007 06:07:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lambeturah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diamputs!]]></category>
		<category><![CDATA[Ndesit]]></category>
		<category><![CDATA[Ndeso]]></category>
		<category><![CDATA[Ndoweh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/berubah-via-bubrah/</guid>
		<description><![CDATA[PULANG dari sekolah di luar negeri, di kapal feri Budi lari ke toilet. Temannya heran melihat wajah Budi berseri-seri sekembali dari toilet. &#8220;Ada apa?&#8221; tanya teman. &#8220;Meskipun sudah dua hari tiba, baru sekarang aku merasa benar-benar berada di negeri sendiri!&#8221; jawab Budi. &#8220;Apa yang membuatmu feel at home?&#8221; kejar teman. &#8220;Aroma toilet feri!&#8221; tegas Budi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambeturah.wordpress.com&amp;blog=1154826&amp;post=8&amp;subd=lambeturah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PULANG dari sekolah di luar negeri, di kapal feri Budi lari ke toilet. Temannya heran melihat wajah Budi berseri-seri sekembali dari toilet. &#8220;Ada apa?&#8221; tanya teman.</p>
<p>&#8220;Meskipun sudah dua hari tiba, baru sekarang aku merasa benar-benar berada di negeri sendiri!&#8221; jawab Budi.</p>
<p>&#8220;Apa yang membuatmu <em>feel at home</em>?&#8221; kejar teman.</p>
<p>&#8220;Aroma toilet feri!&#8221; tegas Budi. &#8220;Itu betul-betul khas Indonesia! Di luar negeri tidak pernah menemukan aroma khas seperti itu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Sialan!&#8221; entak teman. &#8220;Jauh-jauh belajar di luar negeri, pulang bukan dengan semangat perubahan, malah bernostalgia dengan kebiasaan buruk warga bangsanya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Kau pikir mengubah karakter bangsa bisa dilakukan hanya oleh seorang mahasiswa yang pulang dari luar negeri bertingkah sok asing?&#8221; tukas Budi. &#8220;Mengubah karakter suatu masyarakat seperti mengubah bangunan rumah, harus dibongkar atau <em>dibubrahkan</em> dulu bangunan yang lama, baru dipasang fondasi baru sesuai dengan cetak biru bangunan yang ingin dibangun! Bangsa Jepang setelah bangunan yang lama bergaya angkuh dan sombong itu <em>bubrah</em> dihantam bom atom, barulah mereka bisa membangun karakter bangsanya yang rendah hati seperti sekarang!&#8221;<span id="more-8"></span></p>
<p>&#8220;Kurang <em>bubrah®MDBU¯</em> apa lagi kesombongan dan keangkuhan kita setelah dilabrak gempa dan tsunami?&#8221; timpal teman. &#8220;Tapi mana cetak biru bangunan baru karakter yang ingin dibangun, fondasinya seperti apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Yang dibutuhkan bukan sekadar cetak biru untuk bangunan fisik, tapi cetak biru spiritual atau sistem mentalitasnya!&#8221; sambut Budi. &#8220;Kalau cuma kerangka fisik, hasilnya bisa seperti toilet di feri ini; fisik toiletnya sudah diganti dengan keramik baru yang <em>kinclong</em>, tapi aroma baunya masih seperti yang dulu!&#8221;</p>
<p>&#8220;Jadi maksudmu, secara mentalitas bangsa kita ini sebelum musibah sudah seperti aroma toilet di feri itu?&#8221; tukas teman. &#8220;Jadi dalam membangun kembali pascamusibah, selain bangunan fisik yang serbabaru, juga bagaimana membuat dan menjaga toilet itu tidak beraroma seperti dulu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Begitulah!&#8221; timpal Budi. &#8220;Cetak biru atau polanya, justru berupa patron atau contoh dalam kepemimpinan, yang mampu menjadikan musibah ini sebagai momentum strategis mengubah karakter membawa bangsa Indonesia memasuki peradaban baru!&#8221;</p>
<p>&#8220;Wow! Cetak birumu seperti menuntut hadirnya seorang nabi!&#8221; entak teman. &#8220;Jangan setinggi itu, nanti bisa-bisa bangsa kita malah seperti menunggu godot!&#8221;</p>
<p>&#8220;Setidaknya seorang pemimpin yang mampu mengelola solidaritas kemanusiaan global yang telah hadir dan kita rasakan adanya sekarang ini melembaga jadi peradaban baru yang tidak mudah curiga kepada orang asing yang datang menolong ketika kita mendapat musibah, tak lagi saling curiga di antara sesama warga bangsa hingga anak-anak sekolah dan mahasiswa rajin tawuran sebagai latihan aktualisasi kultur gontok-gontokan yang makin mapan&#8230;!&#8221;</p>
<p>&#8220;Hopla&#8230;!&#8221; potong teman. &#8220;Sebut saja kita butuh pemimpin yang berkapasitas <em>solidarity maker</em>, jujur, bersih, dan cepat tanggap, tak menonjolkan keraguan hingga membuatnya terkesan lamban!&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lambeturah.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lambeturah.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambeturah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambeturah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambeturah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambeturah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambeturah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambeturah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambeturah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambeturah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambeturah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambeturah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambeturah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambeturah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambeturah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambeturah.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambeturah.wordpress.com&amp;blog=1154826&amp;post=8&amp;subd=lambeturah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/berubah-via-bubrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f09f6322f596a0c903252d85d54777bb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lambeturah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asap rokok Bedul!</title>
		<link>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/asap-rokok-bedul/</link>
		<comments>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/asap-rokok-bedul/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2007 05:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lambeturah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ndesit]]></category>
		<category><![CDATA[Ndeso]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/asap-rokok-bedul/</guid>
		<description><![CDATA[LELAH melamar kerja tak kunjung berhasil, Bedul ke tempat orang pintar agar lamaran kerjanya diterima. &#8220;Ini, kuberi rokok, untuk kau isap di depan orang yang menentukan dalam penerimaan karyawan!&#8221; tutur orang pintar. &#8220;Setiap orang yang menghirup asapnya, pasti kesengsem padamu! Banyak wanita cantik jatuh cinta setelah menghirup asap rokok dariku!&#8221; &#8220;Terima kasih, Mbah!&#8221; sambut Bedul. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambeturah.wordpress.com&amp;blog=1154826&amp;post=7&amp;subd=lambeturah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LELAH melamar kerja tak kunjung berhasil, Bedul ke tempat orang pintar agar lamaran kerjanya diterima.</p>
<p>&#8220;Ini, kuberi rokok, untuk kau isap di depan orang yang menentukan dalam penerimaan karyawan!&#8221; tutur orang pintar. &#8220;Setiap orang yang menghirup asapnya, pasti kesengsem padamu! Banyak wanita cantik jatuh cinta setelah menghirup asap rokok dariku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Terima kasih, Mbah!&#8221; sambut Bedul. Dan esoknya, wajah Bedul tampak paling optimistis dalam antrean pelamar untuk wawancara.</p>
<p>Saat mendapat giliran, sambil melangkah masuk ruangan ia menyulut rokoknya dan menyemburkan asap ke arah pewawancara begitu duduk di depannya. Pewawancara langsung megap-megap, tapi Bedul yakin reaksi asap rokoknya ampuh, dia sembur lagi pewawancara dengan asap berikutnya. Setelah itu, ia tunggu hasilnya!</p>
<p>Meskipun asap masih menyekap wajahnya, pewawancara membuka berkas lamaran Bedul, memastikan foto dalam map sama dengan wajah di depannya, lantas dengan ramah berkata ke Bedul, &#8220;Anda tak perlu diwawancara lagi!&#8221;<span id="more-7"></span></p>
<p>&#8220;Maksudnya langsung diterima?&#8221; sambut bedul dengan nada gembira, meyakini asap rokoknya betul-betul ampuh.</p>
<p>&#8220;Bukan langsung diterima, tapi langsung menerima pengembalian berkas lamaran Anda!&#8221; tegas pewawancara. &#8220;Anda pasti tahu sejak masuk ruang tunggu tadi, semua ruang di kantor ini area bebas rokok! Tapi nyatanya, Anda malah demonstratif merokok! Dengan demikian, belum diterima bekerja saja Anda sudah melanggar peraturan, tak bisa dijamin Anda bakal disiplin setelah bekerja nanti!&#8221;</p>
<p>&#8220;Maafkan saya! Saya amat butuh pekerjaan ini!&#8221; timpal Bedul berhiba dan tanpa tertahan lagi menuturkan kenapa dia tadi merokok. &#8220;Sekali lagi maafkan saya dan beri saya kesempatan mengikuti wawancara!&#8221;</p>
<p>Pewawancara terhenyak dan menukas, &#8220;Baik, saya maafkan! Kenapa hal itu sampai Anda lakukan juga kumaklumi karena menyadarkan saya, betapa usaha mendapatkan pekerjaan bukan masalah sepele, bisa membuat orang jadi sirik!&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya sendiri nyaris jadi gila!&#8221; timpal Bedul. &#8220;Karena itu, pasti lebih sakit lagi kalau namanya sudah diumumkan lulus testing penerimaan pegawai, tahu-tahu dibatalkan sepihak panitianya!&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa pun alasannya, perlakuan itu memang betul-betul keterlaluan!&#8221; tegas pewawancara. &#8220;Lebih-lebih kalau eliminasinya dilakukan tertutup, tidak memajang hasil testing semua peserta sehingga jelas alasan pencoretan nama mereka berdasar urutan prestasinya!&#8221;</p>
<blockquote><p>&#8220;Jelas pun <em>ranking</em> prestasinya, bagi orang yang namanya telah diumumkan lulus tiba-tiba dibatalkan tetap tak terperi sakitnya di hati!&#8221; sambut Bedul. &#8220;Sakit itu, bahkan tak terobati seandai masalah itu diadili dan orang yang dianggap bertanggung jawab dalam menyakiti hati mereka itu dihukum seberat-beratnya sekalipun!&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi bagaimana menuntut orang bisa merasakan betapa pedih sakitnya hati pada orang yang tak punya hati, dalam arti tak punya perasaan lagi!&#8221; timpal pewawancara.</p></blockquote>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/lambeturah.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/lambeturah.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lambeturah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lambeturah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lambeturah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lambeturah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lambeturah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lambeturah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lambeturah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lambeturah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lambeturah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lambeturah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lambeturah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lambeturah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lambeturah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lambeturah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lambeturah.wordpress.com&amp;blog=1154826&amp;post=7&amp;subd=lambeturah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lambeturah.wordpress.com/2007/07/26/asap-rokok-bedul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f09f6322f596a0c903252d85d54777bb?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">lambeturah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
