“HEBOH soal 26 persen golput temuan LSI–Lembaga Survei Indonesia–di Tulangbawang, seorang penanggap dalam dialog politik di kabupaten itu Selasa (24-7) menyatakan ia sudah menanya pada gurunya mengaji mengenai masalah itu!” ujar Umar. “Kata dia, hak untuk golput itu tak boleh diintervensi apalagi diintimidasi! Sebab, berdasar pada dalil-dalil ajaran yang telah didalami sang guru ngaji, ketika pemimpin yang dipilih itu berbuat dosa dalam kepemimpinannya, maka orang-orang yang memilih pemimpin itu ikut memikul dosanya!”
“Lantas kalau suatu bangsa salah memilih pemimpin, apa seluruh bangsa itu harus ikut menanggung dosanya?” kejar Amir.
“Tentu tidak seluruh warga bangsa!” jawab Umar. “Menurut logika ajaran guru ngaji itu, cuma orang-orang yang memilihnya saat pemilu atau pilkada!”
“Tapi kalau akibat kesalahan itu suatu kaum atau suatu bangsa dilaknat, tentu tak ada pengecualian antara yang memilih dan tak memilihnya! Semua menanggung deritanya!” tegas Amir. Baca entri selengkapnya »
Lambe luwih